Setelah lama tidak
jalan berdua saja, yaitu saya dan suami, begitu mendapat undangan berdua ke luar kota untuk beberapa hari, sungguh
suatu moment yang patut disambut dengan suka cita. Sebab jadi ada alasan khusus buat kami ijin
ke anak-anak, tidak tanggung-tanggung kami ijin selama lima hari. Dan,
anak-anak mengijinkan, meski awalnya mereka bertanya-tanya detail, tapi
akhirnya menyadari ayah dan ibunya jarang bisa pergi berduaan seperti ini.
Sebenarnya bisa hanya 3
hari, tapi rasanya sayang menikmati Jogja dalam waktu singkat sekali. Maka kami
berencana selain memenuhi undangan sepupu mantu, kami ingin mengunjungi
beberapa teman lama, dan tempat wisata yang sudah lama ingin dikunjungi, salah
satunya Pantai Drini.
Karena akan bepergian
beberapa hari, semua pekerjaan saya bereskan dulu agar tidak terlalu menumpuk.
Perjalanan ini bukan musim libur, otomatis pekerjaan pun masih aktif, sebagai
freelancer saya memiliki pekerjaan yang kadang begitu padat, kadang sesekali
longgar. Untuk itu tetap diperlukan
persiapan agar semua kerjaan beres dan klien senang.
Perjalanan
Jakarta-Jogjakarta
Akhirnya hari yang
ditunggu tiba, kami naik kereta bisnis dengan memesan tiket secara online, dan
beberapa hari sebelum keberangkatan. Hal ini memudahkan kita dalam mendapatkan
kursi yang sesuai, dan juga tidak perlu repot war tiket di lokasi stasiun. Tapi
dalam perjalanan ini saya merasa agak sedikit tidak nyaman, mungkin karena
capek, mata terasa sepat, perih, lelah.
Suami menduga karena
sebelum melakukan perjalanan, saya kebanyakan mantengin layar monitor komputer.
Sibuk menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti artikel-artikel blog yang harus naik tayang, data influnser yang harus
saya kirim ke klien, memasukan report data insight dan banyak lagi. Termasuk
membuat surat-surat keperluan kerjasama dengan klien.
Di dalam kereta saya
berapa kali ke toilet untuk cuci muka, kata suami, biar lebih segar. Mungkin
dengan terkena air mata sepat dan rasa lelahnya jadi berkurang. Setelah itu
dibawa tidur biar besoknya segar, kebetulan kami naik kereta malam yang akan
tiba di Stasiun Tugu pukul 5 pagi.
Kenali
Gejala Mata Kering, dan Ini Solusinya!
Ternyata sampai
keesokan hari mata saya tetap terasa tidak nyaman, padahal saya harus dimake-up
untuk pagar ayu atau pengiring penganten. Akibatnya? Selesai acara mata saya
tambah terasa perih! Mungkin selain memang sudah bermasalah dari awal perjalanan, ditambah dari pagi hingga sore
saya dimake-up dengan bulu mata palsu, dan eyeshadow yang cukup tebal. Jadi
mata terasa makin perih, selain sepet dan lelah. Selama perjalanan saya juga
kurang tidur, di kereta meski nyaman, mata sulit terpejam.
Ketika saya ceritakan
keluhan tersebut, kata sepupu, itu bagian dari gejala mata kering yang harus
dilembabkan, dan buka dengan cuci muka. Tapi bisa menggunakan #InstoDryEyes, produknya
muda didapatkan karena bisa dibeli bebas dengan harga terjangkau. Sepupu juga
memberitahu akan risiko bahaya jika mata sepet, perih, lelah disepelein.
Risiko
Jika Mata Kering Dibiarkan:
- Kerusakaan
Kornea: Mata kering karena kekurangan pelumasan yang jika
dibiarkan membuat lapisan kornea akan terkikis atau mengalami abrasi.
- Infeksi
Kronis, Permukaan mata yang kering akan rentan mudah
disusupin bakteri atau kuman penyebab infeksi.
- Gangguan
Penglihatan: Luka atau jaringan parut pada kornea
akibat kekeringan yang parah dapat menurunkan ketajaman penglihatan.
Mengapa
Insto Dry Eyes Dapat Atasi Mata Kering?
Mengetahui bahaya mata
kering jika disepelein atau dibiarkan berkepanjangan tentu saja saya takut, dan
langsung membeli Insto Dry Eyes. Insto Dry Eyes dapat mengurangi gejala mata
kering karena mengandung bahan aktif hydroxypropyl methycellulose
(hipromellose) yang bertindak sebagai air mata buatan. Zat ini melumasi
permukaan mata, menahan kelembapan lebih lama, dan meredakan gelaja mata kering seperti
sepet, perih, lelah, seperti yang saya rasakan.
Selain tetesi Insto Dry
Eyes, jika merasakan gejalan mata kering, kalian juga dapat meredakan dengan
perbanyak kedip saat sedang menatap layar monitor ponsel maupun komputer.
Kompres air hangat menggunakan handuk kecil pada kelopak mata selama 5-10
menit. Namun jika dalam perjalanan memang paling praktis membawa Insto Dry
Eyes.
Produknya memiliki desain kemasan botol plastik yang mungil, sehingga mudah dimasukkan ke dalam saku baju sekalipun, tutupnya anti bocor meski terguncang-guncang saat dibawa. Harganya tergantung tempat pembelian, kebetulan saya beli di Indomaret dapat harga 17.900 rupiah dengan ukuran isi tetap 7,5 ml. Sangat terjangkau bukan, mengingat manfaatnya. Oya, jangan lupa, Insto Dry Eyes yang terbaru dikemas dalam dus yang lebih modern serta dinamis dengan warna khas dominasi biru.
Alhamdullilah, setelah
meneteskan Insto Dry Eyes, keesokan harinya mata saya terasa nyaman, dan #BebasMataKering. Jadi bisa lanjut
melakukan perjalanan wisata ke Pantai Drini yang sudah saya dan suami impikan
sejak lama. Pokoknya, #MataSePeLeJanganSepelein karena jika gejala mata kering
itu dibiarkan tanpa penanganan akan menyebabkan risiko seperti yang saya
paparkan di atas.










.jpeg)




.jpg)
