Sudah baca cerita saya tentang TamanBermain Gratis Di Kota Depok?




Nah, ini kelanjutan ceritanya, karena waktu itu saya baru cerita sedikit ya tentang Taman Pemuda Pratama. Sebenarnya di Taman Pemuda Pratama tidak semua area bermainnya gratis, tetapi beberapa juga ada yang berbayar. Namun jika ibu-ibu benar-benar lagi tidak ada budget buat piknik yang berbayar tidak usah kawatir, saya sering kok datang tanpa membawa uang banyak, hanya membawa bekal dan kamera, hehehe.

Anak-anak tetap happy dan bermain puas cukup lama, sementara saya dan suami menunggu sambil duduk-duduk di sekitar taman yang banyak terdapat bangku taman, juga sesekali memotret aktifitas anak atau saya asyik pepotoan OOTD, hahaha. Tetep ya, namanya juga tuntutan blogger, tsaaaah.


Mengajak Anak Wisata Itu Wajib Loh!


Taman Pemuda Pratama

Sebenarnya mengajak anak jalan-jalan, bermain atau wisata salah satu hak anak yang diwajibkan oleh Rasul. Makanya penting banget kan kita sebagai orangtua memberi hak anak tersebut, tapi nih (ada tapinya dan pasti para orangtua mengakui deh) sering kali  kondisi kantong tidak mengijinkan alias keuangan kita pas-pasan. Jangankan buat jalan-jalan, buat kebutuhan sehari-hari atau buat memenuhi semua pengeluaran perbulan saja sudah sangat limit. Sedih banget kan?

Apalagi jika anak kemudian murung dan meminta terus untuk diajak jalan-jalan. Haduw, rasanya dunia seakan mau runtuh. Bukan lebay, ini saya akui loh, tidak bisa memenuhi kebutuhan anak untuk jalan-jalan atau wisata itu sakitnya di sini (baca: dada) karena kan itu juga tidak setiap hari kita lakukan, masa sampai gak bisa. Apalagi selain merupakan hak anak, berwisata bersama anak akan menciptakan bonding moment yang kelak akan menjadi kenangan indahnya.


Taman Pemuda Pratama


Anak-anak yang memiliki kenangan indah sewaktu kecil bersama orangtua bisa menciptakan pribadi yang baik dan emosi yang postif di diri anak. Sehingga mereka bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang penyayang, pokoknya memiliki kepribadian yang lebih baik. Mungkin karena hal ini maka Rasul mewajibkan orangtua memberikan hak anak untuk berwisata bersama keluarga.

Karena itu saya dan suami selalu berusaha untuk mencari solusi bisa membawa anak-anak wisata meski ke tempat-tempat sederhana, seperti destinasi liburan ke kebun binatang yang murah meriah,  Taman atau ke taman bermain yang gratis. Gratis? Iya, sekarang banyak taman bermain di kota tempat kita tinggal, salah satunya taman bermain gratis di Kota Depok dekat rumah saya tinggal.

Namun meski gratis jangan berpikir tidak menarik ya, atau taman dengan pohon-pohon, coneblock dan bangku-bangku besi, tidak. Sekarang sudah banyak taman bermain gratis yang berisi fasilitas bermain anak seperti wall climbing, monkey bar, perosotan, dan lain sebagainya yang disenangi anak-anak.


Siang, untuk pertama kali nih ibu mengisi rumah baru ini, maklum biasanya sibuk di bog ibu satunya duniaeni.com, hehehe. Sebenarnya sejak lama terpikirkan untuk membuat blog spesial cerita anak-anak saya, berbagi segala hal yang bisa menjadi inspirasi (moga-moga bisa menjadi inspirasi) sesama ibu yang menghadapi berbagai macam masalah  anak-anak. Bohong ya, kalau kita sempurna banget menghadapi anak-anak, kalau anak-anak kita sempurna. Nah, bagaimana cara menghadapi hal ini sering butuh tumpahan curhat, hahaha.

Banyak yang kasih komen saya sudah khatam menghadapi anak-anak, sudah terbiasa menjadi ibu dan sebagainya. Padahal tidak seperti itu karena anak-anak selalu tumbuh dengan karakter uniknya masing-masing, seperti Mba Lintang yang mudah sekali dalam hal MPasi, sementara Pijar sampai bikin saya menangis menghadapi tahap GTMnya. Oya, kisah soal GTM ini bisa dibaca: Bayi GTM

Belum lagi saat menghadapi alm Gibran yang memiliki keistimewaan sejak lahir, lalu Pendar, Binar. Jika merenung rasanya betapa hidup saya begitu banyak di seputar anak-anak, lalu kapan saya piknik, wkwkwkw? Kadang juga terbersit, duh..saya yang dulu sebelum menikah hobby ngebolang, membelai dinding panjat, menghirup udara puncak gunung, terbenam di dalam kegelapan gua-gua, tetiba menikah dan berbentur dengan dinding rumah dan bau ompol selama 14 tahun, huhuhu.